image

Selayang Pandang tentang Hanum Salsabiela

Hanum Salsabiela atau akrab disebut Hanum Rais lahir di Yogyakarta pada tanggal 12 April 1981. Hanum menyelesaikan studi Kedokteran Gigi pada tahun 2003, menamatkan pendidikan profesi doker gigi di tahun 2005, dan meraih gelar Master of Bussiness Administration pada tahun 2014, yang kesemuanya ditempuh Hanum di Universitas Gadjah Mada.

Sejak usia muda putri kedua dari Amien Rais ini sudah tertarik di bidang jurnalistik dan penyiaran, terbukti dari debut pertamanya sebagai penyiar radio swasta di Yogyakarta. Saat itu Hanum masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Kesibukannya dalam menempuh studi Kedokteran Gigi tidak menyurutkan passionnya. Ia makin aktif menjadi pembaca berita paruh waktu untuk TVRI Yogyakarta di tahun 1999 hingga 2004, kemudian dilanjutkan menjadi presenter di beberapa program televisi dari Jogja TV terhitung sejak tahun 2005 hingga 2006.

Lepas masa studi, Hanum semakin mengukuhkan posisinya di dunia jurnalistik dengan menjadi Pembaca berita dan reporter program Reportase yang tayang di Trans TV. Kecintaannya pada dunia jurnalisme tidak pernah surut bahkan ketika di tahun 2008 ia harus terbang menemani suaminya, Rangga Almahendra menempuh studi di Austria dan meninggalkan karier moncernya di Trans TV. Hanum justru didapuk sebagai koresponden berita untuk Detik.com indonesia di Eropa, sekaligus melahirkan karya pertamanya berupa biografi Menapak Jejak Amien Rais : Persembahan Seorang Putri untuk Ayah Tercinta di tahun 2010.

Selama di Austria Hanum banyak mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas diluar rumah seperti mengajar piano dasar untuk anak ataupun mengajar Al-Qur’an untuk anak dan mu’alaf di Wienna. Hanum juga aktif di PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Austria, bahkan sempat menjadi Public Relations untuk PII Austria. Meski begitu, menulis menjadi kegiatan paling favorit bagi Hanum, terbukti di tahun 2011 terbitlah 99 Cahaya di Langit Eropa yang bahkan mendulang sukses dengan meraih penghargaan 1st National Best Seller 2014 dan Indonesian Book of the Year 2014, ditandai dengan lebih dari 250.000 cetakan terjual di awal terbit. Buku ini kemudian diangkat ke layar lebar oleh Maxima Picture di tahun 2013.

Di tahun-tahun berikutnya Hanum secara konsisten menerbitkan karya-karya lain, sebut saja Berjalan di Atas Cahaya (2013) yang Ia tulis bersama dengan Tutie Amaliyah dan Wardatul Ula. Di tahun 2014 Bulan Terbelah di Langit Amerika terbit, lantas menyabet Buku Best Seller Nasional tahun 2014 dan 1st Prizes Winner untuk kategori buku fiksi dari Goodreads Indonesia. Lagi-lagi Maxima Picture mengadopsi karya Hanum kali ini ke layar lebar di tahun 2015 dan 2016.

Setahun kemudian yaitu di tahun 2017, Faith and the City hadir dan diadaptasi oleh MD Pictures dengan judul “Hanum & Rangga : Faith and the City” yang tayang di tahun 2018. I am Sarahza yang terbit di bulan April 2018 menjadi karya paling emosional dari Hanum, karena banyak menceritakan tentang penantian Hanum dan suaminya selama 11 tahun hingga akhirnya bisa menimang Sarahza dalam dekapan mereka. Hal inilah yang menjadikan I am Sarahza sebagai Buku Paling Dicari 2018 versi Libro.co. Saat ini Hanum dan suaminya, Rangga, tengah mempersiapkan karya berikutnya, yaitu The Converso : Sangkakala di Andalusia.

Pertengahan tahun 2018 menjadi titik balik Hanum mengambil langkah besar untuk terjun di dunia politik. Ajang pemilihan umum untuk legislatif menjadi jalan yang dipilihnya. Alasannya sederhana, ia ingin berbagi dan memberi manfaat bagi tanah kelahirannya, Yogyakarta. Berangkat dari potensi Yogyakarta yang begitu luar biasa baik dari sumber daya manusia hingga sumber daya alamnya, Hanum sadar betul semua itu perlu dimaksimalkan demi kepentingan masyarakat itu sendiri. Dengan amanah yang dititipkan oleh lebih dari 23.500 orang, yang mana merupakan capaian suara tertinggi di daerah pemilihan Sleman Utara, Hanum meyakini, sinergi yang baik antara dirinya dan masyarakat dapat mengantarkan Yogyakarta menjadi provinsi yang berkeadilan dan sejahtera.

Satu peluru bisa menaklukkan sekepala. Sebuah buku bisa menaklukkan ribuan kepala. InsyaAllah penulis buku berpolitik bisa menaklukkan hati dan pikiran jutaan kepala anak muda.